ID, Kabupaten Kupang – Pemerintah Kabupaten Kupang menginisiasi program Penyaluran Bantuan Pangan yang dikombinasikan dengan Gerakan Pasar Murah (GPM) sebagai bagian dari strategi penguatan ketahanan pangan daerah. Kegiatan tersebut dipusatkan di Kelurahan Sonraen, Kecamatan Amarasi Selatan, dan menjadi instrumen intervensi pemerintah dalam meredam tekanan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga stabilitas distribusi bahan pokok.
Dalam arahannya, Bupati Kupang menekankan bahwa efektivitas program bantuan sangat ditentukan oleh sinergi multipihak, baik antara pemerintah pusat, daerah, maupun lembaga distribusi pangan. Ia mengapresiasi langkah Perum BULOG yang menerapkan pendekatan proaktif melalui sistem distribusi langsung ke wilayah-wilayah yang relatif terpencil.
“Program ini merupakan mandat bersama yang harus dijalankan secara akuntabel dan tepat sasaran, agar mampu mereduksi beban ekonomi masyarakat secara bertahap,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa bantuan pangan tidak boleh dipandang semata sebagai instrumen jaring pengaman sosial, melainkan sebagai bagian dari kebijakan strategis negara dalam menjaga stabilitas pangan, khususnya dalam fase pemulihan pasca pandemi dan dinamika ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil.
Sementara itu, Pimpinan Wilayah Perum BULOG Nusa Tenggara Timur, Rahim Kanan, menjelaskan bahwa distribusi bantuan kali ini mencakup alokasi untuk periode Februari hingga Maret dengan menggunakan basis data terpadu dari Kementerian Sosial, khususnya kelompok desil 1 hingga 4. Pendekatan ini dinilai meningkatkan presisi dalam penentuan penerima manfaat.
Dari sisi kuantitatif, jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Kupang mengalami peningkatan signifikan, dari sebelumnya sekitar 46 ribu menjadi lebih dari 53 ribu keluarga. Total volume bantuan yang disalurkan mencapai lebih dari satu juta kilogram beras dan ratusan ribu liter minyak goreng yang didistribusikan ke 24 kecamatan.
Setiap KPM memperoleh paket bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk dua bulan. Proses distribusi dilakukan melalui gudang BULOG di Alak dengan dukungan sistem digital guna memastikan transparansi serta akuntabilitas data penyaluran.
Di luar aspek bantuan konsumtif, pemerintah daerah juga mengarahkan masyarakat untuk memperkuat basis produksi pangan, khususnya di sektor pertanian. Saat ini, tersedia alokasi sekitar 22.000 ton jagung sebagai bagian dari program peningkatan produktivitas lahan.
Bupati menegaskan pentingnya perubahan paradigma masyarakat dari sekadar penerima bantuan menjadi pelaku produktif. “Ketahanan ekonomi keluarga tidak cukup hanya bergantung pada bantuan. Pemanfaatan lahan pertanian secara optimal menjadi kunci untuk keberlanjutan kesejahteraan,” pesannya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan secara simbolis serta peninjauan stand Gerakan Pasar Murah yang menyediakan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur legislatif, perangkat daerah, aparat keamanan, hingga tokoh masyarakat, mencerminkan kuatnya dukungan kolektif terhadap program tersebut sebagai bagian dari agenda pembangunan sosial-ekonomi daerah.
red
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
