Pemkot Kupang Apresiasi Program Perumda Air Minum Kota Kupang

Avatar photo
pemkot kupang
oplus_0

“Kami memulai dari dalam, dari pegawai sendiri, kemudian mengajak pihak luar untuk bergerak bersama. Prinsipnya sederhana: bergerak perlahan, konsisten, dan dilakukan secara kolektif,” katanya.

Dukungan terhadap gerakan tanam air juga datang dari Perwakilan Sinode GMIT, Pdt. Yunus Kay Tulang. Ia membagikan pengalaman keberhasilan penerapan gerakan serupa di lingkungan gereja.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/08/Ucapan-Dirgahayu-Indonesia.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Menurutnya, setelah dilakukan aksi tanam air, sejumlah sumur yang sebelumnya kering saat musim kemarau kini tidak lagi mengalami kekeringan, bahkan menunjukkan peningkatan debit air.

“Air yang kita gunakan hari ini bukan warisan dari leluhur, tetapi pinjaman dari anak cucu kita. Karena itu, jangan dihabiskan, melainkan dikembalikan ke rumahnya, ke dalam tanah,” tegasnya.

Ia menilai bahwa gerakan tanam air yang sederhana namun dilakukan secara konsisten dan dengan kesadaran kolektif akan memberikan dampak signifikan bagi keberlanjutan lingkungan dan kualitas hidup masyarakat.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah daerah, Perumda Air Minum, lembaga keagamaan, serta masyarakat, Program BERGETAR diharapkan dapat berkembang menjadi gerakan bersama dalam mewujudkan ketahanan air dan lingkungan yang berkelanjutan di Kota Kupang. red

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan