Menurutnya, Taman Tagepe memiliki modal awal yang memadai dari sisi tata letak dan ketersediaan ruang. Tantangan berikutnya adalah menghadirkan aktivitas yang mampu menarik masyarakat untuk datang, berinteraksi, sekaligus mengembangkan potensi mereka.
Konsep yang sedang dipertimbangkan mencakup kegiatan literasi dan pendidikan, pertunjukan teater, paduan suara, musik langsung, hingga pameran seni. Ruang tersebut juga berpeluang dimanfaatkan sebagai galeri lukisan, fotografi, dan sejarah Kota Kupang.
“Tagepe ini sebenarnya layout-nya sudah bagus. Tinggal bagaimana kita menciptakan aktivitas baru yang bisa kita optimalkan di sini,” jelasnya.
Meski demikian, rencana revitalisasi tersebut belum akan diterapkan secara sepihak. Serena menegaskan, pemerintah ingin terlebih dahulu mendengar pandangan warga yang tinggal di sekitar taman agar konsep pengembangan tidak mengabaikan kebutuhan maupun kenyamanan masyarakat setempat.
“Kita masih lihat dulu respon dari masyarakat sekitar. Karena kita mau buat kebijakan itu harus melihat respon masyarakat dulu. Jadi bottom to top. Jangan target dari pemerintah langsung kita hajar ke bawah saja. Kalau masyarakat approve, baru kita implementasikan,” tegasnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














