Ia menjelaskan, kapasitas reservoir sebesar 300 meter kubik untuk sementara diarahkan guna memenuhi kebutuhan dasar air di lingkungan kawasan industri. Kendati demikian, kapasitas tersebut merupakan bagian dari tahapan pengembangan infrastruktur yang perlu disesuaikan dengan eskalasi aktivitas produksi dan pertumbuhan jumlah tenant pada masa mendatang.
“Untuk sementara, kapasitas ini diharapkan bisa menyuplai kebutuhan air di dalam kawasan. Ke depan, beberapa industri seperti smelter dan pencucian mangan tentu membutuhkan air dalam jumlah sangat besar. Kami berharap fasilitas ini dapat mendukung kebutuhan mereka,” jelasnya.
Rusyanto menambahkan, kebutuhan air di Kawasan Industri Bolok tidak hanya bersumber dari aktivitas pengolahan mineral. Sejumlah sektor usaha lainnya, termasuk rencana operasional pabrik batako dan berbagai unit industri pendukung, juga membutuhkan ketersediaan air sebagai komponen penunjang proses produksi.
Untuk memberikan gambaran mengenai kapasitas fasilitas tersebut, ia mengilustrasikan bahwa reservoir 300 meter kubik memiliki daya tampung setara dengan sekitar 60 tangki air berkapasitas masing-masing lima meter kubik.
Dalam perspektif manajemen utilitas kawasan industri, kapasitas penampungan tersebut diharapkan dapat berfungsi sebagai instrumen penyangga pasokan air. Namun, keberlanjutan pelayanan tetap bergantung pada kontinuitas sumber air, kapasitas jaringan perpipaan, serta efektivitas sistem pemompaan dan distribusi menuju masing-masing area usaha.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.













