Dari aspek pembiayaan, pembangunan reservoir tersebut membutuhkan anggaran sekitar Rp1,5 miliar. Alokasi tersebut telah mencakup pengadaan pompa berkapasitas besar yang dirancang untuk mendukung mekanisme pemindahan dan distribusi air ke dalam kawasan industri.
Sementara itu, pembangunan jaringan pasokan dari mata air menuju reservoir menjadi tanggung jawab pihak Perumda Air Minum (Perumda) Kabupaten Kupang. Jaringan dari titik terakhir menuju kawasan industri diperkirakan memiliki panjang sekitar 2,4 kilometer.
Adapun jaringan distribusi dari reservoir menuju area tenant akan dikelola PT KIB. Dalam implementasinya, perusahaan membuka ruang koordinasi dan kemungkinan kolaborasi teknis dengan Perumda Air Minum Kabupaten Kupang maupun penyedia jasa konstruksi jaringan perpipaan.
“Target kami, awal Januari 2027 fasilitas ini sudah bisa diserahterimakan atau mulai digunakan. Tinggal menunggu kesiapan Perumda Air Minum Kabupaten Kupang, untuk memasukkan jaringan pipanya ke dalam kawasan,” ungkap Rusyanto.
Dengan demikian, pencapaian target operasional reservoir tidak hanya ditentukan oleh penyelesaian konstruksi fisik, tetapi juga memerlukan sinkronisasi pekerjaan antarlembaga, khususnya dalam penyediaan jaringan transmisi air menuju kawasan. Integrasi infrastruktur tersebut menjadi faktor krusial agar fasilitas penampungan dapat beroperasi secara optimal sesuai dengan perencanaan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.













