“Momentum kebangkitan nasional merupakan fase penting dalam sejarah Indonesia ketika kaum terpelajar mulai membangun kesadaran kolektif untuk memperjuangkan kemerdekaan melalui persatuan dan pemikiran,” ujarnya.
Mateldius menjelaskan bahwa tantangan kebangsaan saat ini jauh berbeda dibandingkan masa awal perjuangan kemerdekaan. Jika pada masa lalu bangsa Indonesia berhadapan dengan kolonialisme fisik, maka era modern menghadirkan tantangan baru berupa persaingan teknologi, penguatan kedaulatan informasi, hingga transformasi digital yang bergerak sangat cepat.
Karena itu, tema Harkitnas 2026 yakni “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” dinilai relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional saat ini, terutama dalam konteks penguatan kualitas generasi muda sebagai aset strategis bangsa.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan nasional sangat ditentukan oleh kemampuan negara dalam melindungi, mendidik, dan mempersiapkan generasi muda agar mampu menghadapi perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi secara adaptif dan kompetitif.
“Tunas bangsa harus dipersiapkan secara serius karena merekalah yang akan menentukan arah masa depan Indonesia,” katanya.
Dalam pidatonya, Mateldius juga menyoroti berbagai kebijakan nasional yang diarahkan pada penguatan kualitas sumber daya manusia, mulai dari program pemenuhan gizi, pemerataan akses pendidikan, peningkatan layanan kesehatan, hingga penguatan ekonomi masyarakat berbasis desa.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
