ID, Kupang – Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, mewakili Wali Kota Kupang membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Maulafa Tahun 2026 yang berlangsung di Kantor Camat Maulafa, Kamis (19/2/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan, pimpinan perangkat daerah lingkup Pemerintah Kota Kupang, tokoh agama, perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kupang, para lurah, Ketua LPM, serta delegasi kelurahan se-Kecamatan Maulafa.
Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan apresiasi atas percepatan tahapan Musrenbang yang tahun ini telah mencapai tingkat kecamatan pada Februari. Ia menilai proses perencanaan berjalan lebih terstruktur dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Proses perencanaan berjalan lebih cepat dan lebih terstruktur. Ini patut diapresiasi,” ujarnya.
Fokus Pemerataan Pembangunan
Sekda juga menyampaikan arahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang terkait evaluasi pembangunan 2025 serta rencana pelaksanaan 2026. Hasil evaluasi menunjukkan masih terdapat ketimpangan pembangunan antarwilayah di Kota Kupang.
Sebagai langkah korektif, pemerintah menetapkan kebijakan alokasi anggaran minimal Rp500 juta untuk setiap kelurahan. Dana tersebut akan digunakan berdasarkan usulan prioritas masyarakat melalui forum Musrenbang.
Menurutnya, kebijakan ini menjadi strategi untuk mendorong pemerataan pembangunan yang lebih nyata pada 2027, sekaligus memberikan kepastian dukungan anggaran bagi setiap wilayah.
Ia mengingatkan peserta Musrenbang agar selektif dalam menentukan program prioritas. “Kita harus mampu membedakan kebutuhan dan keinginan. Program yang dipilih harus benar-benar menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat,” tegasnya.
Sinergi Program dan Penguatan SDM
Sekda juga mendorong percepatan Musrenbang tingkat kelurahan dan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Ia menekankan pentingnya sinkronisasi antara program yang didanai melalui alokasi Rp500 juta dengan program lain yang bersumber dari dana kelurahan.
Selain pembangunan fisik, ia menyoroti persoalan stunting dan kemiskinan ekstrem di Kecamatan Maulafa yang dinilai masih relatif tinggi. Pemerintah, menurutnya, harus memastikan pembangunan infrastruktur berjalan beriringan dengan penguatan kualitas sumber daya manusia, terutama melalui sektor kesehatan dan pendidikan.
“Tidak mungkin masyarakat produktif jika kondisi kesehatannya tidak baik. Pembangunan fisik harus sejalan dengan peningkatan kualitas SDM,” katanya.
Arah Pembangunan ke Wilayah Selatan
Dalam paparannya, Sekda menyebut arah pengembangan Kota Kupang kini bergerak ke wilayah selatan, termasuk Kecamatan Maulafa. Perkembangan ini dinilai membawa peluang pertumbuhan ekonomi sekaligus tantangan kesiapan masyarakat.
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bermusyawarah secara bijak dalam menentukan prioritas pembangunan demi kenyamanan dan kesejahteraan warga.
Mengakhiri sambutannya, Sekda secara resmi membuka Musrenbang Kecamatan Maulafa Tahun 2026, seraya berharap seluruh proses perencanaan berjalan lancar dan menghasilkan program yang merata serta berkeadilan bagi masyarakat Kota Kupang, khususnya di Kecamatan Maulafa.
red
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
