“Makna NAMAS jauh lebih luas daripada sekadar lingkungan yang bersih. Di dalamnya terdapat semangat kebersamaan, tanggung jawab sosial, dan komitmen untuk menjaga Kota Kupang sebagai rumah bersama yang nyaman bagi semua,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Serena menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kupang untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan komunitas anak muda dalam berbagai sektor pembangunan, termasuk bidang lingkungan hidup, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan kapasitas generasi muda.
Menurutnya, generasi muda saat ini tidak hanya diposisikan sebagai penerus pembangunan, tetapi juga sebagai aktor strategis yang memiliki kapasitas untuk menentukan arah pembangunan daerah di masa mendatang.
“Anak muda bukan sekadar pemilik masa depan, tetapi juga penggerak perubahan hari ini. Karena itu, Pemerintah Kota Kupang akan terus mendukung berbagai inisiatif positif yang lahir dari kreativitas, kepedulian, dan semangat kolaborasi generasi muda,” tegasnya.
Sementara itu, Penanggung Jawab Kegiatan dari Yayasan Cita Masyarakat Madani, Sapris Takain, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang sebagai wadah edukasi sekaligus penguatan partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














