“Anak-anak yang hari ini kita lepas mungkin masih berada pada tahap awal perjalanan pendidikan mereka. Namun dari ruang-ruang belajar sederhana inilah lahir cita-cita besar yang kelak menentukan masa depan daerah dan bangsa,” ujarnya.
Ia menilai pendidikan anak usia dini tidak sekadar berorientasi pada pengenalan akademik, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam pembentukan karakter dan pengembangan kecerdasan emosional anak.
Karena itu, Serena mengajak para orang tua untuk menciptakan lingkungan tumbuh yang sehat dan suportif dengan memberikan ruang bagi anak mengembangkan potensi sesuai bakat dan minat masing-masing.
Menurutnya, salah satu kesalahan yang masih sering terjadi dalam pola pengasuhan adalah kecenderungan membandingkan anak dengan anak lain. Praktik tersebut berpotensi memengaruhi perkembangan psikologis serta menurunkan tingkat kepercayaan diri anak dalam proses tumbuh kembangnya.
“Setiap anak memiliki keunikan, kemampuan, dan kecepatan belajar yang berbeda. Tugas orang tua adalah mendampingi dan mengarahkan, bukan membandingkan,” tegasnya.
Selain itu, Serena juga menyoroti tantangan pengasuhan di era digital yang semakin kompleks. Ia mengingatkan pentingnya pengawasan penggunaan teknologi oleh anak-anak, terutama di tengah masifnya akses terhadap berbagai platform media sosial yang dapat memberikan dampak positif maupun negatif.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
