Di hadapan warga dan awak media, Wali Kota menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di lokasi bencana merupakan bentuk tanggung jawab dan empati negara terhadap warganya yang tertimpa musibah.
“Pemerintah tidak boleh absen saat masyarakat menghadapi situasi sulit. Semua rumah yang rusak akan didata secara menyeluruh dan ditangani sesuai tingkat kerusakannya,” tegas dr. Christian Widodo.
Sebagai langkah awal penanganan darurat, Pemkot Kupang melalui BPBD dan Dinas Sosial telah menyalurkan bantuan logistik berupa beras, mie instan, serta terpal untuk membantu warga memenuhi kebutuhan dasar. Bahkan, Wali Kota secara terbuka menawarkan rumah jabatan Wali Kota Kupang sebagai tempat tinggal sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal dan belum memiliki alternatif hunian.
Perhatian khusus juga diberikan terhadap kerusakan Gereja GMIT Yegar Sahaduta Belo. Meski secara regulasi bantuan sosial keagamaan memiliki ketentuan waktu tertentu, Wali Kota menegaskan pemerintah siap mengambil langkah diskresi karena kondisi yang terjadi merupakan keadaan darurat di luar perkiraan.
“Ini force majeure. Pemerintah akan membantu agar gereja ini dapat segera diperbaiki dan kembali digunakan sebagai pusat kegiatan ibadah jemaat,” ujarnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












