ID, KUPANG — Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang mendorong pemberdayaan ekonomi keluarga nelayan melalui diversifikasi produk perikanan. Melalui Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM), UKAW memberikan pelatihan pengolahan ikan tuna menjadi produk bernilai tambah berupa sosis tuna kemasan vakum dan steak tuna bagi kelompok perempuan pesisir di Muara Abu, Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (17/10/2026).
Program Pengabdian Unggulan Universitas tersebut dirancang untuk meningkatkan keterampilan produktif perempuan pesisir sekaligus membuka peluang usaha berbasis potensi sumber daya laut setempat.
Kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Kelompok Perempuan Pesisir Melalui Diversifikasi Olahan dan Pemasaran Produk Sosis dan Steak Tuna” ini dilaksanakan oleh tim dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UKAW. Tim tersebut diketuai Dr. Ir. Welma Pesulima, M.P., dengan anggota Dedy Raidons Se’u, S.E., M.M., dan Dr. Fanny Iriany Ginzel, S.Pi., M.Si.
Sekretaris LPM UKAW, David Loba, S.Pd., M.Pd., yang hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi antusiasme kelompok perempuan pesisir dalam mengikuti pelatihan. Menurutnya, pengolahan hasil tangkapan menjadi produk siap jual merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan nilai ekonomi komoditas perikanan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga nelayan.
“Selama ini kita menjual tuna dalam bentuk mentah. Sekarang mama-mama diajarkan mengolahnya menjadi sosis tuna kemas vakum dan steak tuna yang memiliki harga jual jauh lebih tinggi. Ini merupakan keterampilan penting untuk menopang ekonomi keluarga secara jangka panjang,” kata David.
Menurut David, penjualan ikan dalam bentuk bahan mentah membuat peluang pengembangan produk olahan bernilai tambah belum sepenuhnya dimanfaatkan. Melalui diversifikasi, masyarakat diharapkan mampu memperluas pilihan produk sekaligus menjangkau segmen pasar yang lebih beragam.
Pengolahan tuna menjadi sosis dan steak juga membuka peluang bagi kelompok perempuan pesisir untuk terlibat lebih aktif dalam rantai nilai sektor perikanan, tidak hanya pada aktivitas pascapanen, tetapi juga dalam produksi, pengemasan, dan pemasaran.
Perkuat keterampilan produksi dan pemasaran
Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh pembelajaran mengenai tahapan pengolahan ikan tuna, mulai dari penyiapan bahan baku hingga pengemasan produk menggunakan teknologi vakum dengan memperhatikan prinsip higiene dan sanitasi pangan.
Peserta juga diperkenalkan pada strategi pemasaran sebagai bagian penting dalam pengembangan usaha. Penguasaan teknik produksi perlu disertai kemampuan menentukan bentuk produk, menjaga konsistensi mutu, membangun identitas usaha, dan menjangkau konsumen agar kegiatan pengolahan dapat berkembang menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan.
Bagi masyarakat pesisir, pengembangan produk olahan memiliki arti strategis karena dapat memperluas pemanfaatan hasil tangkapan dan menciptakan peluang usaha di tingkat rumah tangga. Namun, keberlanjutan usaha tetap membutuhkan pengendalian kualitas, pengelolaan biaya produksi, akses pasar, serta pemenuhan persyaratan keamanan pangan yang berlaku.
David menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen LPM UKAW dalam mendukung pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Unggulan Universitas oleh para dosen.
LPM berperan memfasilitasi, memonitor, dan memastikan program pengabdian yang dilaksanakan sivitas akademika memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sasaran. Dengan pendekatan tersebut, kegiatan perguruan tinggi diharapkan tidak berhenti pada transfer pengetahuan, tetapi berlanjut pada penerapan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Ditargetkan menjadi model pemberdayaan masyarakat
Selain meningkatkan keterampilan pengolahan hasil laut, program di Muara Abu diarahkan untuk mengembangkan produk yang memiliki identitas dan potensi sebagai produk unggulan daerah.
Tim pelaksana berharap hasil inovasi tersebut dapat dikembangkan hingga memenuhi persyaratan untuk memperoleh perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), sesuai dengan bentuk kekayaan intelektual yang relevan dan ketentuan yang berlaku.
Perlindungan HKI berpotensi mendukung penguatan identitas produk, meskipun pengembangan usaha tetap membutuhkan strategi pemasaran, konsistensi mutu, dan pengelolaan produksi yang baik.
Program ini juga ditargetkan menjadi model pemberdayaan bagi desa-desa binaan UKAW lainnya melalui kegiatan Kuliah Bermasyarakat (KBPM). Dengan demikian, pengalaman pelatihan di Muara Abu diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan program serupa yang disesuaikan dengan potensi sumber daya dan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah.
Melalui inisiatif tersebut, UKAW berupaya memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan riil masyarakat. Diversifikasi olahan tuna di Muara Abu diharapkan menjadi langkah awal bagi tumbuhnya usaha produktif perempuan pesisir, peningkatan nilai tambah hasil perikanan, serta penguatan kemandirian ekonomi keluarga nelayan di Kota Kupang. (Red)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
