“Ada banyak aspek yang perlu kita evaluasi bersama dalam pengelolaan pendidikan di NTT. Dibutuhkan kolaborasi multipihak antara pemerintah daerah, organisasi profesi, perguruan tinggi, dan masyarakat untuk membangun ekosistem pendidikan yang lebih berkualitas, inklusif, dan berdaya saing,” ujar Melkiades.
Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT akan memulai program peningkatan mutu pendidikan secara bertahap, dengan Kabupaten Kupang dan Kabupaten Belu sebagai daerah percontohan. Program tersebut diarahkan pada penguatan kompetensi guru, peningkatan kualitas pembelajaran, serta pengembangan model pendidikan yang mampu menjawab tantangan pembangunan daerah.
Lebih lanjut, Gubernur mengingatkan para mahasiswa peserta KUKERTA agar memanfaatkan momentum pengabdian di tengah masyarakat sebagai ruang pembelajaran kontekstual yang mampu memperkaya kapasitas akademik, sosial, dan kepemimpinan mereka.
“KUKERTA bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi laboratorium sosial yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami realitas masyarakat secara langsung, sekaligus mengembangkan kemampuan problem solving dan kepemimpinan sosial,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Kupang Yosef Lede dalam sesi pembekalan menekankan pentingnya peran generasi muda dalam mendukung berbagai program pembangunan nasional, khususnya program ketahanan pangan dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah pusat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
