Lebih jauh, Christian menegaskan bahwa Hari Raya Idul Adha memiliki makna yang jauh melampaui prosesi penyembelihan hewan kurban. Momentum keagamaan tersebut mengandung nilai-nilai fundamental yang relevan dalam kehidupan bermasyarakat, seperti keikhlasan, pengorbanan, kepedulian sosial, dan tanggung jawab moral terhadap sesama.
Menurutnya, esensi kurban terletak pada kesediaan untuk berbagi dan menghadirkan manfaat bagi orang lain, terutama bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan.
“Hari Raya Idul Adha mengajarkan kita tentang keikhlasan dalam memberi, ketulusan dalam berbagi, dan kesediaan untuk berkorban demi kebaikan bersama. Nilai-nilai inilah yang perlu terus dihidupi dalam kehidupan sosial kita sehari-hari,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyoroti pentingnya menjaga keberagaman yang menjadi karakteristik utama Kota Kupang sebagai kota yang dihuni masyarakat dengan latar belakang agama, budaya, dan suku yang beragam.
Ia menilai keberagaman bukanlah faktor pemisah, melainkan modal sosial yang harus dirawat sebagai fondasi bagi terciptanya kehidupan yang damai dan harmonis.
“Harmoni tidak berarti semua harus sama. Harmoni lahir ketika perbedaan dapat hidup berdampingan dalam keseimbangan dan saling menghormati. Seperti nada-nada dalam sebuah lagu, perbedaan justru menghasilkan keindahan ketika dirangkai secara proporsional,” ungkapnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














