Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Wali Kota Kupang Tegaskan Bantuan Pangan sebagai Wujud Kehadiran Negara

Avatar photo
bantuan

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pembangunan tidak dapat dijalankan secara parsial oleh pemerintah saja. Diperlukan pendekatan kolaboratif yang melibatkan seluruh elemen, mulai dari masyarakat, lembaga keagamaan, organisasi sosial, hingga aktor politik.

“Pembangunan membutuhkan kerja bersama. Tidak bisa dilakukan sendiri. Semua pihak harus terlibat agar hasilnya optimal,” tegasnya.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Dalam konteks dinamika global, seperti fluktuasi harga energi dan tekanan ekonomi internasional, ia mengingatkan pentingnya solidaritas sosial sebagai strategi adaptif dalam menghadapi ketidakpastian.

Selain itu, Wali Kota juga menyampaikan apresiasi kepada Perum Bulog atas kontribusinya dalam menjaga stabilitas pasokan dan distribusi pangan di daerah.

Dari sisi capaian program, terjadi peningkatan signifikan jumlah penerima bantuan pada tahun 2026. Di Kota Kupang, penerima manfaat meningkat dari sekitar 21 ribu pada tahun sebelumnya menjadi 39.809 penerima, atau naik lebih dari 80 persen. Perluasan ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang memperluas cakupan dari desil 1–3 menjadi desil 1–4.

Program bantuan pangan ini tidak hanya berfungsi sebagai instrumen perlindungan sosial, tetapi juga memiliki implikasi makroekonomi, terutama dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan