Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Wali Kota Kupang Tegaskan Bantuan Pangan sebagai Wujud Kehadiran Negara

Avatar photo
bantuan

ID, Kupang – Penyaluran bantuan pangan pemerintah di Kota Kupang kembali ditegaskan sebagai instrumen strategis dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat. Wali Kota Kupang, Christian Widodo, menilai program ini tidak sekadar bersifat administratif, tetapi mencerminkan komitmen negara dalam menjamin pemenuhan kebutuhan dasar warga.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri peluncuran penyaluran bantuan pangan alokasi Februari–Maret 2026 yang berlangsung di Kantor Lurah Nefonaek, Rabu (1/4/2026). Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk unsur pemerintah daerah dan Perum Bulog sebagai mitra utama distribusi.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Dalam sambutannya, Wali Kota menekankan bahwa bantuan pangan memiliki dimensi sosial yang lebih luas, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, tetapi juga dalam menjaga martabat dan stabilitas keluarga penerima manfaat.

“Program ini mencerminkan kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat. Pangan bukan hanya soal konsumsi, tetapi juga menyangkut ketahanan dan kehormatan keluarga,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pemenuhan kebutuhan pangan merupakan fondasi dalam membangun ketahanan sosial. Ketika keluarga berada dalam kondisi yang stabil, maka secara agregatif akan berdampak pada penguatan masyarakat dan pembangunan kota secara keseluruhan.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pembangunan tidak dapat dijalankan secara parsial oleh pemerintah saja. Diperlukan pendekatan kolaboratif yang melibatkan seluruh elemen, mulai dari masyarakat, lembaga keagamaan, organisasi sosial, hingga aktor politik.

“Pembangunan membutuhkan kerja bersama. Tidak bisa dilakukan sendiri. Semua pihak harus terlibat agar hasilnya optimal,” tegasnya.

Dalam konteks dinamika global, seperti fluktuasi harga energi dan tekanan ekonomi internasional, ia mengingatkan pentingnya solidaritas sosial sebagai strategi adaptif dalam menghadapi ketidakpastian.

Selain itu, Wali Kota juga menyampaikan apresiasi kepada Perum Bulog atas kontribusinya dalam menjaga stabilitas pasokan dan distribusi pangan di daerah.

Dari sisi capaian program, terjadi peningkatan signifikan jumlah penerima bantuan pada tahun 2026. Di Kota Kupang, penerima manfaat meningkat dari sekitar 21 ribu pada tahun sebelumnya menjadi 39.809 penerima, atau naik lebih dari 80 persen. Perluasan ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang memperluas cakupan dari desil 1–3 menjadi desil 1–4.

Program bantuan pangan ini tidak hanya berfungsi sebagai instrumen perlindungan sosial, tetapi juga memiliki implikasi makroekonomi, terutama dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah.

Sementara itu, Pemimpin Perum Bulog Kanwil NTT, Arahim K. Kanam, menjelaskan bahwa penyaluran di Kota Kupang merupakan tahap awal untuk wilayah Nusa Tenggara Timur pada tahun 2026.

Ia menyebutkan bahwa setiap penerima manfaat memperoleh bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Distribusi dilakukan dengan dukungan sistem digital berbasis aplikasi yang memungkinkan pemantauan secara real time oleh pemerintah pusat guna memastikan transparansi dan akuntabilitas.

“Dengan sistem ini, seluruh proses distribusi dapat diawasi secara langsung, sehingga penyaluran bantuan lebih tepat sasaran dan minim kendala,” jelasnya.

Mengakhiri kegiatan, Wali Kota mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan dalam membangun Kota Kupang. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh solidaritas dan kerja kolektif seluruh elemen masyarakat.

“Perjalanan pembangunan ini panjang. Jika ingin hasil yang berkelanjutan, maka kita harus berjalan bersama dan saling menguatkan,” pungkasnya.

red

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan