Atas dasar itu, Pemerintah Kota Kupang berkomitmen memperkuat ekosistem pembinaan esports melalui penyediaan ruang kompetisi yang sehat, pembinaan atlet, serta pengembangan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Langkah tersebut dipandang sebagai investasi strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Wakil Wali Kota juga mengingatkan para peserta agar menjadikan kompetisi sebagai wahana pembentukan karakter. Nilai-nilai sportivitas, disiplin, kolaborasi, serta etika digital dinilai sama pentingnya dengan pencapaian prestasi dalam pertandingan.
Ia turut mengajak generasi muda menjauhkan diri dari penyalahgunaan narkotika, konsumsi minuman keras, maupun berbagai perilaku destruktif yang berpotensi menghambat masa depan. Sebaliknya, esports diharapkan menjadi medium produktif untuk mengembangkan potensi diri sekaligus memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sosial.
“Manfaatkan esports sebagai ruang belajar, berprestasi, dan membangun karakter. Anak-anak muda Kota Kupang harus mampu menjadi generasi yang kreatif, inovatif, produktif, serta membawa nama baik daerah di tingkat yang lebih tinggi,” pesannya.
Serena menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang bersama Wali Kota telah menempatkan pembinaan atlet esports sebagai bagian dari strategi jangka panjang menuju “Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028”. Atlet-atlet potensial yang tampil menonjol selama turnamen akan dipantau untuk mendapatkan pembinaan berkelanjutan sehingga mampu bersaing pada level regional maupun nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














