Konsep pengembangan ini diarahkan untuk menjadikan YAO GMIT sebagai pusat agro park berbasis komunitas yang tidak hanya berfungsi sebagai destinasi rekreasi, tetapi juga sebagai laboratorium sosial bagi pengembangan kemandirian masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai moral, spiritualitas, dan keberlanjutan lingkungan.
Sementara itu, di wilayah Flores, YAO GMIT juga menjalankan Program Flores Empowerment for Agricultural Sustainability and Transformation (FEAST) melalui kolaborasi dengan berbagai mitra, antara lain DBS Singapura, Humanis, dan ASPPUK.
Program tersebut merupakan bentuk intervensi sosial dalam upaya penguatan nutrisi keluarga dan percepatan penanganan stunting di Kabupaten Flores Timur, Sikka, Ngada, Ende dan Manggarai Timur. Hingga saat ini, sekitar 800 keluarga petani telah mendapatkan pendampingan melalui edukasi pangan bergizi, penguatan ketahanan pangan rumah tangga, serta pemantauan kesehatan berbasis “Food Diary”.
Delegasi Mission 21 yang dipimpin Samuel Inbach bersama peserta dari berbagai negara juga berkesempatan meninjau langsung fasilitas peternakan ayam modern dan kawasan agrowisata YAO GMIT. Kunjungan lapangan tersebut memberikan gambaran konkret mengenai implementasi program-program pemberdayaan yang sedang dijalankan yayasan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
