ID, – Perempuan memiliki peran strategis dalam membangun modal sosial melalui relasi yang terjalin di ruang-ruang pertemuan informal. Hal ini disampaikan Jane Natalia Suryanto dalam pernyataannya baru-baru ini yang menyoroti makna pertemuan perempuan sebagai proses pembentukan kepercayaan, keberanian sosial, dan solidaritas kolektif.
Menurut Jane, ketika perempuan duduk bersama, yang terjadi bukan sekadar pertukaran cerita personal, melainkan proses sosial yang menghasilkan rasa saling percaya dan penguatan kapasitas diri. Ia menilai ruang tersebut berfungsi sebagai medium pembentukan self-efficacy, social bonding, dan collective agency yang memiliki dampak nyata dalam kehidupan sosial.
Jane menjelaskan bahwa dinamika interaksi perempuan—termasuk tawa, keheningan, dan gestur nonverbal—menjadi bagian dari proses produksi makna sosial. Kekuatan sosial, kata dia, tidak selalu diwujudkan melalui ekspresi verbal atau dominasi suara, melainkan dapat tumbuh melalui pemahaman timbal balik dan pengalaman bersama.
“Ruang duduk bersama perempuan bukan arena kompetisi, tetapi ruang penguatan relasi yang saling memberdayakan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pertemuan perempuan berperan sebagai mekanisme berbagi pengetahuan dan validasi emosional. Dalam ruang tersebut, perempuan saling bertukar pengalaman hidup, strategi bertahan, serta cara menavigasi tantangan sosial tanpa harus mengikuti pola relasi kekuasaan yang bersifat dominatif.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.







