ID, Idealis – Di tengah meningkatnya ketergantungan masyarakat pada aplikasi pesan instan, WhatsApp menjadi salah satu target utama kejahatan siber. Metode penyadapan kini tidak lagi memerlukan akses fisik ke ponsel korban, melainkan dapat dilakukan dari jarak jauh melalui beragam celah—mulai dari penyalahgunaan WhatsApp Web, aplikasi pihak ketiga, hingga penyebaran malware.
Risiko penyadapan tidak hanya menyangkut privasi percakapan. Lebih dari itu, akun WhatsApp kerap menjadi pintu masuk ke berbagai layanan digital lain yang mengandalkan pengiriman One Time Password (OTP), sehingga membuka peluang pencurian data hingga pembajakan akun keuangan.
Pakar keamanan digital menekankan bahwa pengguna perlu mengenali tanda-tanda awal sebelum kerugian meluas. Beberapa indikator berikut kerap muncul ketika akun WhatsApp mulai diakses pihak lain tanpa izin.
Salah satu sinyal paling umum adalah masuknya kode OTP WhatsApp secara tiba-tiba, padahal pengguna tidak sedang melakukan proses login atau verifikasi apa pun. OTP merupakan kunci utama akses akun, dan kemunculannya tanpa aktivitas pengguna menandakan adanya upaya pengambilalihan. Dalam kondisi apa pun, kode ini tidak boleh dibagikan kepada siapa pun.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.







