Selain itu, kapasitas refinery migas di Kaltim diperkirakan bertambah sekitar 50 barel per hari dibandingkan 2025 hingga triwulan II 2026. Pengembangan eksplorasi sumur gas yang dimulai sejak akhir 2025 juga berpotensi meningkatkan produksi komoditas turunan pada tahun ini.
Proyek IKN dan Investasi Swasta
Dari sisi konstruksi, pertumbuhan ditopang oleh proyek-proyek strategis di Ibu Kota Nusantara (IKN). Pembangunan ekosistem legislatif dan yudikatif disebut membutuhkan anggaran sekitar 6 persen (year on year) lebih tinggi dibandingkan 2025.
Tak hanya proyek pemerintah, investasi swasta berskala besar di kawasan industri dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) juga menjadi faktor pendorong. Investasi tersebut difokuskan pada hilirisasi sumber daya alam seperti sawit, batu bara, dan gas, serta pengembangan energi terbarukan.
Menurut Jajang, kombinasi antara peningkatan kapasitas industri pengolahan dan akselerasi proyek konstruksi diharapkan mampu menjaga ketahanan ekonomi Kaltim di tengah tekanan eksternal, sekaligus memperluas dampak pertumbuhan ke berbagai lapisan masyarakat sepanjang 2026.
red
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












