Sementara itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam keynote speech, menyoroti pentingnya hilirisasi sebagai instrumen utama peningkatan nilai tambah ekonomi daerah. Ia menyebut program berbasis komunitas seperti One Village One Product (OVOP), One Community One Product (OCOP), dan One School One Product (OSOP) sebagai strategi penguatan komoditas unggulan daerah, antara lain garam, rumput laut, daging sapi, dan produk pertanian.
Menurut Gubernur, hilirisasi harus dibarengi dengan dukungan pembiayaan dan investasi yang memadai agar pelaku usaha, khususnya UMKM, mampu meningkatkan produktivitas dan skala usaha.
“Setelah produk memiliki nilai tambah melalui hilirisasi, langkah berikutnya adalah penguatan pembiayaan yang tepat sasaran untuk mendorong ekspansi usaha,” tegasnya.
Dalam sesi kebijakan, narasumber dari Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Septian Hario Seto, memaparkan upaya pemerintah pusat dalam memperbaiki iklim investasi daerah melalui insentif fiskal dan penyederhanaan perizinan. Sementara itu, Alexander Lubis dari Departemen Kebijakan Makroprudensial BI menjelaskan peran instrumen makroprudensial, termasuk Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM), untuk mendorong penyaluran kredit ke sektor prioritas daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
















