Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

BI NTT, Pemprov, dan ISEI Gelar Flobamorata Business and Economic Forum 2025, Dorong Hilirisasi dan Stabilitas Harga

Avatar photo
bi

Akademisi Zaafri Ananto Husodo menekankan pentingnya pembiayaan UMKM berbasis rantai nilai serta penguatan lembaga penjaminan kredit lokal guna mengurangi risiko usaha dan asimetri informasi. Ia menegaskan bahwa pembiayaan perlu disertai penguatan kapasitas manajerial dan akses pasar.

Forum ditutup dengan pemaparan kajian kolaboratif ISEI Kota Kupang dan BI NTT yang menetapkan tiga fokus prioritas, yakni penguatan nilai tambah garam di Kabupaten Kupang, analisis kesiapan infrastruktur Bendungan Temef sebagai penopang sektor pertanian dan industri, serta optimalisasi rantai pasok ayam pedaging di Kota Kupang untuk menekan volatilitas harga.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Sejumlah rekomendasi kebijakan yang dihasilkan meliputi percepatan hilirisasi melalui dukungan teknologi dan sertifikasi mutu, fasilitasi pembiayaan terarah dengan memanfaatkan instrumen KLM dan kredit mikro bersubsidi, pembenahan infrastruktur pendukung untuk menekan biaya logistik, serta penguatan ekosistem UMKM melalui pelatihan dan integrasi rantai nilai.

Flobamorata Business and Economic Forum 2025 diharapkan menjadi pijakan strategis dalam menjaga stabilitas makro daerah sekaligus membuka ruang pertumbuhan ekonomi melalui penguatan nilai tambah komoditas unggulan NTT.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan