ID, Jakarta – Budidaya ikan lele tidak lagi identik dengan kolam luas dan modal besar. Seiring berkembangnya teknik perikanan skala rumah tangga, galon air bekas kini banyak dimanfaatkan sebagai media alternatif untuk beternak lele, terutama oleh pemula yang memiliki keterbatasan lahan dan biaya.
Metode ini dinilai praktis karena bahan mudah diperoleh, perawatan relatif sederhana, dan cocok sebagai tahap awal sebelum masuk ke skala produksi yang lebih besar. Namun, keberhasilan budidaya lele dalam galon sangat bergantung pada pemahaman dasar, terutama terkait kapasitas wadah, kepadatan tebar, manajemen air, dan pakan.
Kesalahan umum yang sering terjadi adalah menebar benih terlalu padat. Kondisi ini dapat memicu stres, penurunan kualitas air, hingga kematian massal. Sebaliknya, jumlah benih yang terlalu sedikit membuat hasil panen kurang optimal.
Kapasitas Galon dan Jumlah Benih Ideal
Galon air berukuran kecil, seperti 1 galon (±3,8 liter), pada dasarnya tidak direkomendasikan untuk budidaya lele. Volume air yang sangat terbatas membuat ruang gerak sempit dan kualitas air cepat menurun, sehingga menghambat pertumbuhan ikan.
Sebagai acuan praktis:
• Galon 20 liter ideal diisi 5–10 ekor benih lele
• Ember cat 20 kg (±5 galon) dapat menampung 10–12 ekor benih
• Ember 80 liter mampu menampung sekitar 60 ekor benih
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
