Efek Berantai Kejatuhan IHSG: Tekanan ke Rupiah hingga Daya Beli Publik

ihsg

Oktavianus menyoroti peran Danatara yang diharapkan lebih aktif berinvestasi di pasar saham domestik, khususnya pada saham-saham dengan bobot MSCI tinggi, free float besar, dan likuiditas memadai. Selain itu, wacana peningkatan porsi investasi asuransi di pasar saham hingga 20 persen dinilai dapat memperluas basis investor jangka panjang.

Penguatan instrumen exchange traded fund (ETF) dan dukungan terhadap market maker juga disebut dapat membantu menjaga stabilitas perdagangan. Dalam situasi volatil, saham berkapitalisasi besar dan sektor defensif dengan imbal hasil dividen tetap dinilai lebih menarik.

“Dalam kondisi seperti ini, saham blue chip dan defensif dengan strategi dividend play cenderung lebih dilirik,” katanya.

Dampak ke Rakyat Bersifat Bertahap

Sementara itu, Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution, Ronny P Sasmita, menilai dampak ambruknya IHSG terhadap masyarakat non-investor bersifat tidak langsung.

“Penurunan IHSG tidak otomatis membuat dompet rakyat langsung kempes keesokan harinya,” ujarnya.

Menurut Ronny, IHSG lebih merepresentasikan psikologi pasar dan tingkat kepercayaan dunia usaha. Dampak langsung koreksi indeks lebih terasa pada lembaga keuangan seperti dana pensiun, asuransi, dan reksa dana yang memiliki eksposur besar di pasar saham.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version