Vice President Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, menilai kebijakan MSCI berpotensi memicu perubahan persepsi investor global terhadap Indonesia.
“Kebijakan MSCI ini menciptakan efek domino terhadap cara investor global melihat Indonesia. Dampaknya, arus modal bisa makin tertahan dan biaya dana menjadi lebih mahal,” ujar Oktavianus kepada wartawan
Ia menjelaskan kondisi interim freeze yang diberlakukan MSCI berisiko memperlambat aliran dana asing. Tekanan ini tidak hanya membebani pasar saham, tetapi juga dapat menjalar ke sektor keuangan lain.
“Dampaknya bisa merembet ke nilai tukar rupiah, harga barang, hingga suku bunga kredit,” katanya.
Rupiah dan Harga Barang Ikut Terimbas
Tekanan pada rupiah menjadi salah satu jalur transmisi dampak IHSG yang paling terasa bagi masyarakat luas. Pelemahan nilai tukar berpotensi mendorong kenaikan harga barang impor, mulai dari produk elektronik, obat-obatan, hingga bahan baku industri.
Kondisi ini menegaskan bahwa masyarakat yang tidak memiliki saham sekalipun tetap berisiko merasakan dampak gejolak pasar modal, terutama melalui kenaikan harga barang tertentu dan biaya produksi.
Tekanan tersebut bisa semakin besar apabila Indonesia menghadapi skenario terburuk dalam klasifikasi pasar global.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
