Ekonom Nilai Keputusan BI Pertahankan Suku Bunga Acuan Perkuat Stabilitas Rupiah dan Momentum Pertumbuhan Ekonomi

bi

Dalam perspektif ekonomi makro, meningkatnya kembali ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah telah mendorong harga minyak dunia menembus kisaran US$90 per barel. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan tekanan inflasi global sekaligus memperbesar risiko terhadap stabilitas pasar keuangan internasional.

Meski inflasi Amerika Serikat pada Juni 2026 tercatat lebih rendah dibandingkan ekspektasi pasar, Josua menilai perlambatan tersebut bersifat sementara karena banyak dipengaruhi oleh penurunan harga energi pada periode sebelumnya. Dengan tren harga minyak yang kembali meningkat, tekanan inflasi diperkirakan dapat muncul kembali dalam beberapa bulan mendatang.

Selain itu, sikap Federal Reserve (The Fed) yang masih mempertahankan kebijakan moneter ketat atau hawkish turut menjadi faktor eksternal yang terus dipantau Bank Indonesia dalam merumuskan arah kebijakan suku bunga.

Dari sisi domestik, Josua melihat sejumlah indikator ekonomi memberikan sinyal yang relatif positif. Keputusan lembaga pemeringkat internasional S&P mempertahankan peringkat kredit Indonesia dengan prospek stabil dinilai memperkuat kepercayaan investor serta mendorong aliran modal asing ke pasar keuangan domestik.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version