Ekonom Nilai Keputusan BI Pertahankan Suku Bunga Acuan Perkuat Stabilitas Rupiah dan Momentum Pertumbuhan Ekonomi

bi

Ia juga menilai kinerja fiskal pemerintah sepanjang semester pertama 2026 masih berada pada jalur yang sehat. Defisit anggaran tetap terkendali sehingga mampu meredam kekhawatiran terhadap risiko defisit kembar (twin deficits), yakni defisit fiskal dan defisit transaksi berjalan secara bersamaan.

Penguatan nilai tukar rupiah hingga mencapai sekitar Rp17.885 per dolar AS pada pertengahan Juli 2026 juga dinilai menjadi indikator bahwa respons kebijakan moneter BI masih efektif dalam menjaga stabilitas pasar keuangan.

Dalam proyeksi dasarnya, Bank Permata memperkirakan BI akan mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen hingga akhir 2026. Namun demikian, kemungkinan pengetatan kebijakan moneter tetap terbuka apabila tekanan eksternal meningkat secara signifikan.

Pada skenario yang lebih konservatif, Josua memperkirakan BI-Rate berpotensi naik hingga 6,50 persen apabila kondisi global mengalami pemburukan yang lebih serius dibandingkan situasi pada semester pertama tahun ini.

Pandangan serupa disampaikan Ekonom Makro PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Myrdal Gunarto. Ia menilai keputusan mempertahankan BI-Rate merupakan kebijakan yang sesuai dengan ekspektasi pasar sekaligus memberikan ruang bagi akselerasi sektor riil dan industri perbankan.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version