Gejolak Pasar Saham: IHSG Tertekan 11 Persen, Modal Asing Hengkang Rp15,7 Triliun

Avatar photo
pasar saham

ID, Jakarta – Pasar saham Indonesia mengalami tekanan berat dalam sepekan terakhir. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat merosot lebih dari 11 persen, seiring derasnya arus keluar dana asing yang mencapai sekitar Rp15,7 triliun dari pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berdasarkan data RTI Infokom, pergerakan IHSG dalam lima hari perdagangan terakhir menunjukkan volatilitas tinggi. Indeks mencatatkan penguatan pada tiga sesi, namun tertekan signifikan pada dua hari perdagangan, yakni Rabu (28/1) dan Kamis (29/1). Pada periode tersebut, IHSG sempat terkoreksi hingga 8 persen, memaksa otoritas bursa memberlakukan penghentian sementara perdagangan (trading halt) selama dua hari berturut-turut.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Secara kumulatif, IHSG melemah 11,32 persen dalam sepekan, dengan kisaran pergerakan di rentang 7.481 hingga 8.980. Tekanan ini turut diiringi aksi jual investor global. Dana asing yang keluar dari pasar reguler tercatat sebesar Rp15,77 triliun, sementara secara keseluruhan di seluruh pasar mencapai Rp13,92 triliun.

Memasuki perdagangan Senin (2/2), tekanan belum mereda. IHSG dibuka melemah 33,45 poin atau 0,40 persen ke level 8.306. Tak lama setelah pembukaan, indeks kembali terperosok tajam hingga sempat anjlok lebih dari 5 persen. Pada pukul 09.18 WIB, IHSG tercatat turun 5,08 persen ke posisi 7.906, dengan mayoritas saham bergerak di zona negatif.

Hingga penutupan sesi pertama perdagangan, IHSG semakin tertekan dan ditutup melemah 5,31 persen ke level 7.887. Aktivitas transaksi terpantau tinggi, dengan nilai perdagangan mencapai Rp18,94 triliun dan volume transaksi menembus 35 miliar saham. Frekuensi transaksi tercatat sekitar 2,08 juta kali.

Secara keseluruhan, pada sesi pertama perdagangan tersebut, sebanyak 715 saham mengalami penurunan harga, sementara hanya 65 saham yang menguat dan 33 saham bergerak stagnan.

Tekanan pasar ini tidak terlepas dari sentimen global dan kebijakan indeks internasional. Pekan lalu, Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan pembekuan sementara perlakuan indeks terhadap saham-saham Indonesia. Kebijakan tersebut mencakup penghentian kenaikan bobot saham Indonesia, penundaan penambahan emiten baru, serta tidak adanya peningkatan klasifikasi saham di seluruh segmen indeks MSCI.

Gejolak tersebut berdampak luas pada tata kelola pasar keuangan nasional. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Iman Rachman, dilaporkan mengajukan pengunduran diri. Langkah tersebut kemudian diikuti oleh mundurnya empat pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK), termasuk Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dan Wakil Ketua OJK Mirza Adityaswara.

Situasi ini menambah daftar tantangan bagi stabilitas pasar modal Indonesia, di tengah upaya pemulihan kepercayaan investor dan penguatan fondasi ekonomi nasional. (Red)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan