Harga Bitcoin Terguncang, Investor Bermodal Besar Justru Borong Saat Koreksi

bitcoin

ID, Jakarta – Pasar aset kripto kembali diguncang volatilitas tinggi setelah harga Bitcoin (BTC) mengalami koreksi tajam hingga menyentuh kisaran US$74.000. Meski sempat tertekan, aset kripto terbesar di dunia itu kemudian memantul dan bergerak naik ke level sekitar US$77.000.

Tekanan harga tersebut dipicu oleh kombinasi sentimen global, mulai dari meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah hingga penguatan dolar Amerika Serikat menyusul proses nominasi kepemimpinan baru Federal Reserve. Kondisi tersebut mendorong investor global melakukan penyesuaian portofolio dan meningkatkan sikap kehati-hatian.

Vice President INDODAX, Antony Kusuma, menilai Bitcoin kerap menjadi aset yang paling cepat merespons kepanikan global. Hal ini tidak terlepas dari karakteristik pasar kripto yang beroperasi tanpa henti selama 24 jam dan minim jeda likuiditas.

Namun demikian, Antony mengungkapkan adanya fenomena menarik di balik gejolak harga tersebut. Berdasarkan data on-chain dari Glassnode, perilaku investor kripto menunjukkan pola yang kontras antar kelompok. Saat sebagian pelaku pasar melepas asetnya karena diliputi ketakutan, kelompok investor bermodal besar justru mengambil posisi berlawanan.

Kelompok Mega-Whales, yakni investor yang menguasai lebih dari 1.000 Bitcoin, terpantau secara konsisten melakukan akumulasi. Mereka membeli Bitcoin secara bertahap untuk menyerap pasokan yang dilepas pasar di tengah kondisi panik.

Antony menilai, meskipun sentimen pasar saat ini berada pada fase ketakutan ekstrem, fondasi industri kripto relatif jauh lebih solid dibandingkan periode tekanan sebelumnya, khususnya pada siklus penurunan tahun 2022.

Ia menyoroti peran semakin besarnya keterlibatan institusi keuangan global dalam ekosistem aset digital. Kehadiran entitas besar seperti BlackRock dan JPMorgan, yang telah masuk melalui produk ETF kripto serta integrasi infrastruktur perbankan, dinilai memberikan penyangga tambahan terhadap risiko sistemik jangka panjang.

Di tengah volatilitas yang masih tinggi, INDODAX mengingatkan investor kripto domestik agar tidak terjebak pada keputusan emosional. Antony menekankan pentingnya menjaga ketenangan dan kembali mengevaluasi strategi manajemen risiko masing-masing investor.

Investor disarankan untuk tetap berpegang pada rencana investasi jangka panjang, memahami dinamika pasar secara proporsional, serta memperkuat keputusan dengan riset yang memadai. Pendekatan disiplin dinilai menjadi kunci utama untuk menghadapi fluktuasi pasar kripto yang cenderung ekstrem.

 

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version