ID, Jakarta – Pasar logam mulia kembali menemukan pijakan setelah terpukul oleh aksi jual tajam dalam dua sesi perdagangan sebelumnya. Pada Selasa, harga emas melonjak signifikan, menandai kebangkitan yang oleh sebagian analis dipandang sebagai koreksi sehat dalam tren naik jangka panjang.
Emas spot dunia ditutup menguat 5,86% pada Selasa (3/2/2026) ke level US$4.938,51 per troy ons. Lonjakan tersebut mengakhiri tekanan harga selama dua hari berturut-turut, meskipun belum sepenuhnya menutup kerugian yang terjadi dalam periode pelemahan sebelumnya.
Penguatan berlanjut pada perdagangan Rabu pagi. Hingga pukul 06.45 WIB (4/2/2026), harga emas di pasar spot tercatat naik 0,24% ke posisi US$4.950,39 per troy ons, menempatkan logam mulia ini kembali di dekat level psikologis penting.
Kenaikan tajam ini terjadi seiring masuknya kembali pemburu harga murah, yang memanfaatkan koreksi sebelumnya di tengah fundamental pasar yang dinilai masih solid. Bahkan, reli Selasa tersebut menempatkan emas di jalur kenaikan harian terbesar sejak November 2008.
“Saya memandang penurunan harga belakangan ini sebagai bagian dari koreksi dalam tren naik jangka panjang,” ujar Peter Grant, Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist di Zaner Metals. Menurutnya, faktor-faktor fundamental yang mendorong kenaikan emas dalam beberapa tahun terakhir masih bertahan kuat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
















