Dari sisi makro, Biro Statistik Tenaga Kerja AS mengumumkan bahwa laporan ketenagakerjaan Januari—yang biasanya menjadi acuan penting pasar—tidak akan dirilis pekan ini akibat penutupan sebagian pemerintahan federal.
Sejumlah bank investasi besar tetap optimistis. UBS dan JP Morgan memperkirakan harga emas dapat mencapai US$6.200 hingga US$6.300 per troy ons pada akhir tahun. Deutsche Bank memproyeksikan harga emas menembus US$6.000 tahun ini, sementara Citi mempertahankan proyeksi dasar 2026 dengan rata-rata kuartal pertama di kisaran US$5.000 per troy ons.
Pergerakan serupa juga terlihat pada perak. Logam ini melonjak 7,17% pada penutupan perdagangan Selasa (3/2/2026) ke level US$85,11 per troy ons, mematahkan tren penurunan dua hari sebelumnya. Namun, pada Rabu pagi hingga pukul 06.45 WIB, harga perak terkoreksi tipis 0,63% ke posisi US$84,58 per troy ons.
Analis Mitsubishi mencatat bahwa meredanya kekhawatiran terkait tarif AS setelah tinjauan mineral penting pertengahan Januari, serta berkurangnya ketatnya pasokan di London, telah menghilangkan sebagian pendorong utama reli perak tahun lalu.
Meski demikian, penurunan dari rekor tertinggi justru dinilai membawa dampak positif bagi sektor industri. Harga yang lebih moderat dinilai mengurangi tekanan ekstrem terhadap margin produsen, khususnya di industri energi surya, sehingga membuka ruang pemulihan permintaan fisik. red
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
















