Grant memperkirakan pasar akan memasuki fase konsolidasi. Ia menilai area US$4.400 per troy ons sebagai level penopang penting, sementara resistensi berada di kisaran US$5.100 per troy ons.
Tekanan yang sempat melanda pasar logam mulia sebelumnya dipicu oleh perubahan arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Harga emas dan perak anjlok setelah Kevin Warsh ditunjuk sebagai kepala The Federal Reserve berikutnya, menyusul pengunduran diri Jerome Powell pada Mei lalu.
Pelaku pasar memperkirakan Warsh akan mendorong pemangkasan suku bunga, namun pada saat yang sama memperketat neraca bank sentral. Tekanan tambahan datang dari keputusan CME Group yang menaikkan persyaratan margin kontrak berjangka logam mulia, memaksa sebagian investor melepas posisi mereka.
Meski volatilitas meningkat, mayoritas analis tetap melihat prospek bullish. “Kami memperkirakan harga akan kembali bergerak naik dalam jangka panjang dengan laju yang lebih berkelanjutan, seiring kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi dan politik global,” ujar Jeffrey Christian, Managing Partner CPM Group.
Emas selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai dan cenderung berkinerja baik di tengah lingkungan suku bunga rendah serta ketidakpastian ekonomi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














