Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Setelah Terpukul Dua Hari, Harga Emas Bangkit dan Kembali Mendekati Rekor

Avatar photo
emas

Grant memperkirakan pasar akan memasuki fase konsolidasi. Ia menilai area US$4.400 per troy ons sebagai level penopang penting, sementara resistensi berada di kisaran US$5.100 per troy ons.

Tekanan yang sempat melanda pasar logam mulia sebelumnya dipicu oleh perubahan arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Harga emas dan perak anjlok setelah Kevin Warsh ditunjuk sebagai kepala The Federal Reserve berikutnya, menyusul pengunduran diri Jerome Powell pada Mei lalu.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Pelaku pasar memperkirakan Warsh akan mendorong pemangkasan suku bunga, namun pada saat yang sama memperketat neraca bank sentral. Tekanan tambahan datang dari keputusan CME Group yang menaikkan persyaratan margin kontrak berjangka logam mulia, memaksa sebagian investor melepas posisi mereka.

Meski volatilitas meningkat, mayoritas analis tetap melihat prospek bullish. “Kami memperkirakan harga akan kembali bergerak naik dalam jangka panjang dengan laju yang lebih berkelanjutan, seiring kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi dan politik global,” ujar Jeffrey Christian, Managing Partner CPM Group.

Emas selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai dan cenderung berkinerja baik di tengah lingkungan suku bunga rendah serta ketidakpastian ekonomi.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan