ID, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kondisi valuasi pasar saham Indonesia saat ini berada pada level yang relatif kompetitif dibandingkan pasar modal di kawasan regional. Situasi tersebut dipandang sebagai peluang strategis bagi investor untuk melakukan langkah investasi secara selektif dan berbasis fundamental.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyampaikan bahwa rasio Price to Earnings Ratio (PER) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat ini berada pada kisaran 16 kali, angka yang dinilai lebih rendah dibandingkan rata-rata valuasi sejumlah bursa saham di kawasan regional.
Pernyataan tersebut disampaikan Hasan dalam konferensi pers yang berlangsung di Gedung Bursa Efek Indonesia, Rabu (13/5/2026).
Menurutnya, penurunan valuasi tersebut merupakan konsekuensi dari koreksi pasar yang terjadi setelah IHSG sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi sepanjang sejarah pada awal tahun 2026. Kendati demikian, kondisi tersebut justru dapat menciptakan ruang bagi investor untuk memperoleh aset dengan tingkat valuasi yang lebih menarik.
“Secara regional, PER pasar saham Indonesia berada di bawah rata-rata bursa lain. Kondisi ini dapat menjadi momentum bagi investor untuk masuk ke pasar dengan tetap menerapkan prinsip selektivitas dalam memilih saham berkualitas,” ujar Hasan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
















