ID, Jakarta – Pertumbuhan kredit investasi di industri perbankan nasional menunjukkan tren positif pada awal 2026. Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tekanan pasar keuangan internasional, sektor perbankan Indonesia justru mencatat peningkatan signifikan pada pembiayaan investasi.
Data Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan kredit investasi pada Maret 2026 tumbuh 20,85 persen secara tahunan. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit modal kerja maupun kredit konsumsi.
Secara keseluruhan, penyaluran kredit perbankan nasional tercatat mencapai Rp8.659,05 triliun atau tumbuh 9,49 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Februari 2026.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyampaikan bahwa kondisi perbankan nasional masih berada dalam situasi yang cukup kuat meskipun tekanan global terus meningkat akibat gejolak harga energi dan volatilitas pasar internasional.
Menurutnya, ketahanan industri perbankan didukung oleh kondisi permodalan yang solid serta likuiditas yang masih memadai untuk menghadapi potensi tekanan ekonomi ke depan.
Lonjakan kredit investasi terutama didorong oleh peningkatan pembiayaan pada sektor konstruksi. Sektor ini mencatat pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan mencapai 46,67 persen secara tahunan. Selain itu, sektor rumah tangga dan industri pengolahan juga menunjukkan pertumbuhan positif.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
















