Di sisi lain, kualitas kredit perbankan masih relatif terjaga. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross mengalami penurunan menjadi 2,14 persen. Sementara rasio loan at risk (LAR) juga membaik dibandingkan bulan sebelumnya.
Kondisi likuiditas perbankan pun dinilai masih longgar. Dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 13,55 persen menjadi lebih dari Rp10 ribu triliun. Pertumbuhan terbesar terjadi pada dana giro yang meningkat cukup tinggi, menandakan arus dana murah masih terus masuk ke industri perbankan.
Meski demikian, pertumbuhan kredit untuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih relatif terbatas. Kredit UMKM hanya tumbuh tipis sebesar 0,12 persen secara tahunan, walaupun kondisi ini membaik dibandingkan bulan sebelumnya yang sempat mengalami kontraksi.
OJK menilai perlu adanya penguatan ekosistem pembiayaan UMKM agar penyaluran kredit dapat lebih optimal dan berkelanjutan, terutama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di tingkat akar rumput.
red
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.













