Likuiditas Ekonomi Menguat, Uang Beredar Tembus Rp10.133 Triliun di Akhir 2025

Avatar photo
likuiditas

ID, Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat peningkatan likuiditas perekonomian nasional pada akhir 2025. Uang beredar dalam arti luas (M2) pada Desember 2025 tumbuh lebih cepat dibandingkan bulan sebelumnya, menandakan ekspansi moneter yang semakin menguat di tengah dinamika ekonomi domestik.

BI melaporkan, posisi M2 pada Desember 2025 mencapai Rp 10.133,1 triliun, atau tumbuh 9,6 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan November 2025 yang tercatat sebesar 8,3 persen (yoy).

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/10/Untitled-image-11.png
Scroll kebawah untuk lihat konten

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa akselerasi pertumbuhan M2 terutama ditopang oleh peningkatan uang beredar sempit (M1) serta penguatan uang kuasi.

“Pertumbuhan M2 pada Desember 2025 didukung oleh kenaikan M1 yang tumbuh 14,0 persen (yoy) serta uang kuasi yang meningkat 5,5 persen (yoy),” ujar Ramdan dalam keterangan resmi BI, Sabtu (24/1/2026).

Lebih lanjut, Ramdan menyampaikan bahwa dari sisi faktor penentu, perkembangan likuiditas pada akhir tahun lalu sangat dipengaruhi oleh tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat serta perbaikan kinerja penyaluran kredit perbankan.

Tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat tercatat tumbuh 13,6 persen (yoy) pada Desember 2025, meningkat signifikan dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 8,7 persen (yoy). Peningkatan ini mencerminkan dinamika hubungan fiskal dan moneter dalam pengelolaan likuiditas nasional.

Sementara itu, penyaluran kredit perbankan juga menunjukkan akselerasi. Pada Desember 2025, kredit tumbuh 9,3 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan November 2025 yang tercatat 7,9 persen (yoy). Perkembangan ini mengindikasikan mulai menguatnya fungsi intermediasi perbankan, meskipun masih dihadapkan pada tantangan dari sisi permintaan.

Di sisi lain, aktiva luar negeri bersih mengalami pertumbuhan 8,9 persen (yoy), sedikit melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 9,7 persen (yoy). Perkembangan ini sejalan dengan dinamika transaksi eksternal dan pergerakan arus modal global.

Secara keseluruhan, peningkatan likuiditas pada Desember 2025 mencerminkan dukungan kebijakan moneter dan perbankan terhadap stabilitas sistem keuangan, sekaligus menjadi landasan bagi penguatan aktivitas ekonomi nasional ke depan. red

 

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan