ID, Jakarta – Tekanan jual masih membayangi perdagangan saham domestik. Setelah terkoreksi tajam pada awal pekan, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa (3/3) diperkirakan belum sepenuhnya lepas dari fase pelemahan jangka pendek.
Pada penutupan Senin (2/3), IHSG parkir di level 8.016 atau turun 218 poin setara 2,65 persen dibandingkan sesi sebelumnya. Data RTI Infokom menunjukkan nilai transaksi mencapai Rp29,83 triliun dengan volume 56,6 miliar saham. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, hanya 108 yang menguat, sementara 671 melemah dan 41 stagnan—menggambarkan dominasi tekanan di pasar.
Koreksi Dinilai Terbatas
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai posisi indeks saat ini masih berada dalam pola koreksi terbatas sebelum berpotensi kembali menguat. Menurutnya, IHSG diperkirakan sedang membentuk bagian dari wave (c) dari [x] dalam skenario teknikal yang ia gunakan.
Dalam proyeksinya, indeks berpeluang turun terlebih dahulu untuk menguji area 7.945–7.984. Namun setelah fase tersebut, IHSG dinilai memiliki ruang untuk kembali menguat menuju kisaran 8.437–8.638.
Untuk perdagangan hari ini, ia memetakan level support di 7.970 dan 7.861, dengan resistance pada 8.170 serta 8.306. Beberapa saham yang direkomendasikan antara lain HRTA, EXCL, PSAB, dan BMRI.
Titik Kritis di 7.989
Pandangan serupa disampaikan Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova. Ia melihat indeks saat ini berada pada area krusial di sekitar 7.989, yang merupakan support Fibonacci penting.
Menurut Ivan, apabila level tersebut ditembus, tekanan jual bisa berlanjut hingga 7.835. Sebaliknya, jika IHSG mampu bertahan di atas 7.989—atau setidaknya ditutup di atas level itu—peluang rebound terbuka dalam waktu dekat.
Ia memperkirakan rentang pergerakan IHSG berada pada support 7.989, 7.835, dan 7.680, serta resistance di 8.269, 8.363, 8.527, hingga 8.812. Rekomendasi saham yang ia soroti meliputi CPIN, INKP, ISAT, PTBA, dan TLKM.
Investor Perlu Cermat
Dengan kondisi teknikal yang masih berada dalam fase konsolidasi dan koreksi, pelaku pasar dinilai perlu mencermati level-level kunci sebelum mengambil keputusan. Fluktuasi jangka pendek masih mungkin terjadi seiring respons pasar terhadap sentimen global maupun domestik.
Sebagai catatan, informasi ini bersifat analisis dan bukan ajakan membeli atau menjual saham tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.
red
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














