Rupiah Bergerak Stabil, Pasar Tunggu Dampak Kebijakan Suku Bunga BI

rupiah
dok : BI

Menurut Perry, keputusan tersebut telah melalui proses pengkajian yang mempertimbangkan keseimbangan antara pengendalian inflasi, stabilitas nilai tukar, dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kebijakan ini diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran tanpa memberikan tekanan berlebihan terhadap pertumbuhan ekonomi,” ujarnya dalam paparan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia.

Dari sisi eksternal, pergerakan rupiah turut dipengaruhi pelemahan indeks dolar Amerika Serikat atau DXY yang tercatat turun tipis ke level 99,082. Penurunan indeks dolar terjadi seiring meningkatnya optimisme pasar terhadap kemungkinan meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Pasar global merespons positif perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai membuka peluang tercapainya kesepakatan politik untuk mengurangi eskalasi konflik kawasan. Kondisi tersebut mendorong pelaku pasar kembali masuk ke aset-aset berisiko, termasuk instrumen keuangan di negara berkembang.

Dalam perspektif ekonomi makro, kombinasi antara kebijakan suku bunga yang lebih ketat dan pelemahan dolar AS global berpotensi memberi ruang penguatan bagi rupiah dalam jangka pendek. Namun demikian, volatilitas pasar keuangan internasional masih menjadi faktor yang perlu diwaspadai, terutama terkait dinamika geopolitik dan arah kebijakan moneter Amerika Serikat ke depan.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version