Fed Belum Penuhi Panggilan Pengadilan dalam Penyelidikan Pidana terhadap Jerome Powell

Avatar photo
fed powell
Jerome Powell, ketua Federal Reserve AS

ID, Washington, DC — Federal Reserve hingga kini belum memenuhi panggilan pengadilan yang dikeluarkan dalam rangka penyelidikan pidana terhadap Ketua The Fed, Jerome Powell, demikian diungkapkan seorang sumber yang mengetahui perkembangan kasus tersebut pada Rabu (28/01/2026) waktu setempat.

Sumber tersebut menyatakan bahwa proses penyelidikan masih berjalan, beberapa jam sebelum Federal Reserve mengumumkan keputusannya untuk mempertahankan suku bunga acuannya. Hingga saat ini, belum terdapat kepastian mengenai batas waktu penyerahan dokumen yang diminta dalam surat panggilan tersebut.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Penyelidikan pidana terhadap Powell pertama kali diungkapkan ke publik pada 11 Januari, ketika Powell menyatakan bahwa dirinya tengah menjadi subjek pemeriksaan oleh jaksa federal. Penyelidikan tersebut ditangani oleh kantor Jeanine Pirro, Jaksa AS untuk Distrik Columbia.

Permintaan konfirmasi kepada Federal Reserve dan Departemen Kehakiman AS terkait perkembangan penyelidikan dan status pemenuhan panggilan pengadilan, belum memperoleh tanggapan resmi.

Saat ditemui wartawan pada Rabu, Powell ditanya mengenai apakah The Fed telah menindaklanjuti surat panggilan tersebut. Ia menolak memberikan penjelasan rinci. “Saya tidak memiliki informasi apa pun mengenai hal itu hari ini,” ujar Powell singkat.

Sebelumnya, Powell menjelaskan bahwa Departemen Kehakiman telah menyerahkan kepada Federal Reserve sebuah surat panggilan dewan hakim yang berpotensi berujung pada dakwaan pidana. Surat tersebut, menurut Powell, berkaitan dengan kesaksiannya di hadapan Komite Perbankan Senat AS pada Juni lalu, khususnya mengenai proyek renovasi kantor pusat bank sentral senilai US$2,5 miliar.

Powell juga mengaitkan munculnya penyelidikan tersebut dengan ketegangan antara The Fed dan Presiden Donald Trump, yang secara terbuka menyatakan ketidakpuasan terhadap kebijakan suku bunga bank sentral. Trump diketahui berulang kali menekan The Fed agar memangkas suku bunga lebih cepat dan lebih agresif sepanjang tahun lalu.

Dalam pernyataan video yang diunggah melalui akun X milik Federal Reserve, Powell menyebut ancaman tuntutan pidana tersebut sebagai konsekuensi dari sikap independen bank sentral dalam menetapkan kebijakan moneter.

“Ancaman dakwaan pidana ini merupakan dampak dari kebijakan Federal Reserve yang menetapkan suku bunga berdasarkan penilaian terbaik kami demi kepentingan publik, bukan mengikuti preferensi Presiden,” ujar Powell.

Kasus ini menambah sorotan terhadap relasi antara independensi bank sentral Amerika Serikat dan tekanan politik, di tengah keputusan The Fed yang kembali menahan laju pelonggaran kebijakan moneter.(red)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan