Sebelumnya, Powell menjelaskan bahwa Departemen Kehakiman telah menyerahkan kepada Federal Reserve sebuah surat panggilan dewan hakim yang berpotensi berujung pada dakwaan pidana. Surat tersebut, menurut Powell, berkaitan dengan kesaksiannya di hadapan Komite Perbankan Senat AS pada Juni lalu, khususnya mengenai proyek renovasi kantor pusat bank sentral senilai US$2,5 miliar.
Powell juga mengaitkan munculnya penyelidikan tersebut dengan ketegangan antara The Fed dan Presiden Donald Trump, yang secara terbuka menyatakan ketidakpuasan terhadap kebijakan suku bunga bank sentral. Trump diketahui berulang kali menekan The Fed agar memangkas suku bunga lebih cepat dan lebih agresif sepanjang tahun lalu.
Dalam pernyataan video yang diunggah melalui akun X milik Federal Reserve, Powell menyebut ancaman tuntutan pidana tersebut sebagai konsekuensi dari sikap independen bank sentral dalam menetapkan kebijakan moneter.
“Ancaman dakwaan pidana ini merupakan dampak dari kebijakan Federal Reserve yang menetapkan suku bunga berdasarkan penilaian terbaik kami demi kepentingan publik, bukan mengikuti preferensi Presiden,” ujar Powell.
Kasus ini menambah sorotan terhadap relasi antara independensi bank sentral Amerika Serikat dan tekanan politik, di tengah keputusan The Fed yang kembali menahan laju pelonggaran kebijakan moneter.(red)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.













