ID, Washington DC – Pemerintah Amerika Serikat melalui Pentagon resmi membuka akses publik terhadap ratusan dokumen rahasia terkait laporan objek terbang tak teridentifikasi atau UFO (Unidentified Flying Object) yang kini secara resmi disebut sebagai UAP (Unidentified Anomalous Phenomena). Langkah ini menjadi bagian dari upaya transparansi pemerintah AS terhadap isu yang selama puluhan tahun memicu spekulasi global.
Dokumen yang dipublikasikan pada Jumat (8/5/2026) waktu setempat tersebut memuat berbagai laporan investigatif, catatan intelijen, hingga kesaksian aparat federal mengenai fenomena udara misterius yang tercatat sejak era 1940-an.
Sebanyak 162 dokumen yang dirilis berasal dari sejumlah institusi strategis Amerika Serikat, termasuk Pentagon, Biro Investigasi Federal (FBI), Departemen Luar Negeri AS, serta Badan Antariksa Nasional AS (NASA). Publikasi arsip tersebut menandai salah satu pengungkapan data UFO terbesar yang pernah dilakukan pemerintah AS secara resmi.

Sejumlah dokumen memuat laporan mengenai penampakan “piring terbang”, objek bercahaya berbentuk bola oranye, hingga fenomena udara yang dinilai tidak dapat dijelaskan secara konvensional. Beberapa insiden bahkan melibatkan kesaksian aparat penegak hukum federal dan personel militer yang dianggap memiliki tingkat kredibilitas tinggi.
Salah satu dokumen tertua bertanggal Desember 1947 mencatat adanya laporan berulang mengenai “flying saucers” atau piring terbang yang kala itu menjadi perhatian serius Komando Material Udara AS.
“Laporan yang terus berlanjut dari para pengamat berkualifikasi menjadikan fenomena ini sebagai perhatian penting,” demikian isi salah satu dokumen tersebut.
Selain itu, terdapat pula laporan intelijen Angkatan Udara AS bertanda “top secret” dari November 1948 yang membahas keberadaan “pesawat tak teridentifikasi” dan fenomena udara anomali yang diamati di sejumlah wilayah Amerika Serikat.
Fenomena yang tercantum dalam arsip tersebut beragam, mulai dari objek bergerak dengan pola tidak lazim, cahaya misterius di langit malam, hingga benda bercahaya yang disebut mampu memancarkan objek-objek kecil lainnya.

Salah satu laporan yang paling menarik perhatian berasal dari tahun 2023, ketika sejumlah agen federal secara independen melaporkan kemunculan bola oranye bercahaya di wilayah AS. Dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa objek tersebut tampak meluncurkan bola-bola merah berukuran lebih kecil dari pusat cahayanya.
Pentagon melalui kantor All-domain Anomaly Resolution Office (AARO) menilai laporan itu memiliki tingkat kredibilitas tinggi karena berasal dari beberapa petugas federal yang memberikan kesaksian secara terpisah namun dengan deskripsi serupa.
Dalam insiden lain, dua agen khusus federal melaporkan melihat objek bercahaya berbentuk lingkaran merah-oranye yang berada di dekat puncak batu. Ilustrasi visual dalam dokumen menggambarkan objek tersebut menyerupai “Mata Sauron” dalam film The Lord of the Rings, meski tanpa bagian pupil.
Fenomena-fenomena tersebut kembali memicu perhatian publik terhadap kemungkinan keberadaan teknologi udara yang belum teridentifikasi, baik yang berasal dari eksperimen militer rahasia maupun dugaan kehidupan di luar bumi.
Pemerintah AS sendiri menegaskan bahwa hingga saat ini belum terdapat bukti ilmiah yang dapat mengonfirmasi keberadaan alien atau makhluk ekstraterestrial.
Meski demikian, meningkatnya laporan penampakan objek anomali dalam beberapa tahun terakhir mendorong pemerintah AS untuk memperkuat investigasi terhadap potensi ancaman keamanan nasional, terutama terkait kemungkinan penggunaan teknologi canggih oleh negara rival.
Presiden Donald Trump turut menyambut publikasi dokumen tersebut dan menyebut langkah itu sebagai bentuk keterbukaan pemerintah kepada masyarakat.
Ia juga menyindir pemerintahan sebelumnya yang dinilai tidak transparan dalam menangani isu UFO dan fenomena anomali lainnya.
“Dengan dirilisnya dokumen dan video ini, masyarakat dapat menilai sendiri apa yang sebenarnya terjadi,” ujar Trump dalam keterangannya.
Kebijakan pembukaan arsip UFO ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Trump pada Februari 2026 yang meminta seluruh lembaga federal mulai mengidentifikasi serta mendeklasifikasi dokumen terkait fenomena UFO dan alien.
Langkah tersebut didorong tingginya minat publik serta meningkatnya perhatian global terhadap isu keamanan udara, perkembangan teknologi militer, dan kemungkinan keberadaan fenomena yang belum dapat dijelaskan secara ilmiah.
Meski banyak dokumen yang telah dipublikasikan, sejumlah analis menilai pengungkapan ini belum sepenuhnya menjawab misteri UFO yang selama puluhan tahun menjadi bagian dari diskursus publik, budaya populer, hingga kajian keamanan internasional.
red
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












