ID, Situasi keamanan di Timur Tengah kembali memanas menyusul kehadiran armada militer Amerika Serikat di kawasan tersebut. Sejumlah kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan Iran di Lebanon, Yaman, dan Irak dilaporkan mulai meningkatkan kesiapsiagaan, menyusul kekhawatiran akan pecahnya konflik berskala lebih luas antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Di Yaman, kelompok Houthi memberikan sinyal kuat akan kembali melakukan aksi militer di jalur pelayaran strategis Laut Merah. Media pemantau konflik Yemen Monitor melaporkan, pada Senin (26/1), Houthi merilis materi propaganda yang mengisyaratkan eskalasi serangan terhadap kapal-kapal internasional.
Salah satu video yang disebarluaskan memperlihatkan dokumentasi serangan terhadap kapal tanker minyak Marlin Luanda yang berafiliasi dengan Inggris di Teluk Aden pada Januari 2024. Dalam narasi yang menyertainya, Houthi menyatakan bahwa aksi selanjutnya akan berlangsung dalam skala yang lebih besar. Media militer Houthi juga merilis video singkat lain yang menampilkan kapal terbakar dengan keterangan singkat bertuliskan “Segera”.
Sementara itu, di Lebanon, kelompok Hizbullah turut menyampaikan sikap kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan konflik. Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem, menyebut bahwa peningkatan tekanan terhadap Iran secara otomatis juga akan berdampak pada Hizbullah, mengingat eratnya keterkaitan strategis di antara mereka.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














