Presiden AS Donald Trump sehari sebelum pernyataan Rezaei meminta Iran memberikan kompensasi kepada korban berbagai perang, serangan, dan aksi protes yang berlangsung selama 50 tahun terakhir.
Trump sebelumnya berulang kali mengeluarkan peringatan mengenai kemungkinan peningkatan tekanan terhadap Iran. Namun, pada saat yang sama, ia masih menyatakan adanya peluang untuk mencapai kesepakatan melalui negosiasi.
Dalam wawancara dengan Real America’s Voice, Trump menggambarkan proses diplomasi tersebut sebagai situasi yang belum memiliki kepastian.
“Saya sedang dalam proses negosiasi. Mereka adalah negosiator yang sangat licik,” ujar Trump.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa jalur diplomasi masih terbuka, meski ruang kompromi tampak semakin sempit. Perbedaan tuntutan antara Washington dan Teheran berpotensi memperpanjang konflik apabila tidak segera ditemukan mekanisme deeskalasi.
Ancaman Konflik Menembus Batas Wilayah
Konsekuensi konflik juga semakin sulit diprediksi setelah penasihat Garda Revolusi Iran Mohammad Reza Naqdi mengatakan negaranya sedang mengembangkan kemampuan untuk menjalankan operasi “di wilayah musuh”.
Pernyataan tersebut muncul setelah ribuan orang dilaporkan tewas sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
