Diskusi tersebut mengusung tema “Konsep Ekonomi Biru: Hau Nia Tasi – Hau Nia Timor”, yang menempatkan laut sebagai salah satu aspek penting dalam pembahasan pembangunan dan pengembangan potensi ekonomi.
Forum ini menjadi salah satu agenda utama Festival Fronteira 2026, yang mempertemukan pemangku kepentingan dari kedua negara untuk membahas isu-isu yang berkaitan dengan pembangunan kawasan perbatasan.
Dari pihak Indonesia, kegiatan pembukaan dihadiri Pelaksana Tugas Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Zet Sony Libing, yang mewakili Pemerintah Provinsi NTT. Turut hadir Asisten I Setda NTT Alex Lumba serta Kepala Biro Ekonomi Setda NTT Selfi Nange, S.Si., M.Si., M.Pub.Pol. Perwakilan dari Maluku juga hadir melalui Camat Maluku Barat Daya.
Sementara itu, dari pihak Timor-Leste, Xanana Gusmão didampingi Menteri Administrasi Negara Tomás do Rosário Cabral, Menteri Kebudayaan Jorge Soares Cristóvão, Presiden Otoritas Kotamadya Lautém Mélio de Jesus, serta Presiden Otoritas Ataúro Mateus Belo.
Sejumlah pimpinan otoritas daerah dari berbagai distrik di Timor-Leste juga menghadiri kegiatan tersebut, antara lain dari Dili, Covalima, Manufahi, Aileu, Ermera, Baucau, Bobonaro, Manatuto, Ainaro, dan Liquiçá.
Dialog Rekonsiliasi dan Pertunjukan Budaya
Rangkaian hari pertama Festival Fronteira 2026 tidak hanya berisi pembahasan ekonomi biru dan pameran. Panitia juga menggelar sesi dialog mengenai proses rekonsiliasi dengan menghadirkan pengalaman penerapan mekanisme rekonsiliasi di Timor-Leste.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
