ID, JAKARTA — Indonesia-Israel sama-sama tercantum dalam pengumuman kontrak pertahanan Amerika Serikat (AS) terkait pengembangan dan modernisasi jet tempur F-15 Eagle. Nama Indonesia muncul bersama sejumlah negara mitra AS dalam proyek pertahanan bernilai fantastis yang nilai maksimal kontraknya mencapai US$131,23 miliar atau sekitar Rp2.322,77 triliun.
Informasi tersebut tercantum dalam pengumuman resmi Kementerian Perang AS pada Jumat (28/8/2026). Kontrak diberikan kepada perusahaan pertahanan Boeing Co. menggunakan skema indefinite-delivery/indefinite-quantity (IDIQ).
Skema tersebut memungkinkan nilai akhir maupun jumlah pekerjaan yang dilaksanakan berubah sesuai kebutuhan pemerintah AS dan negara-negara mitranya.
Kontrak raksasa itu tidak sebatas pengadaan pesawat baru. Cakupannya meliputi produksi F-15 Eagle, integrasi sistem persenjataan, modernisasi, peningkatan kemampuan, retrofit, hingga pemeliharaan armada.
Boeing juga mendapat tugas membantu membangun kapasitas pemeliharaan di fasilitas milik pemerintah maupun militer. Langkah tersebut ditujukan agar sistem persenjataan F-15 dapat dipelihara dan digunakan dalam jangka panjang.
Nama Indonesia Muncul Bersama Israel
Hal yang menjadi perhatian adalah keterlibatan negara-negara di luar AS dalam proyek tersebut.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
