ID, Jakarta – Upaya penanganan persoalan sampah di Ibu Kota memasuki babak baru. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menyiapkan investasi jumbo sekitar US$1 miliar untuk pengembangan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di DKI Jakarta.
Chief Executive Officer Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa nilai investasi tersebut merupakan estimasi awal untuk fasilitas dengan kapasitas pengolahan sekitar 8.000 ton sampah per hari. Namun, kapasitas ini tidak bersifat final dan berpotensi ditingkatkan guna mengakomodasi timbunan sampah lama yang selama ini belum tertangani secara optimal.
Menurutnya, pendekatan teknologi terbaru memungkinkan pengolahan tidak hanya terhadap sampah harian, tetapi juga akumulasi sampah yang telah menumpuk selama bertahun-tahun. Dengan demikian, proyek ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan kondisi tempat pembuangan akhir yang sudah mendekati batas kapasitas.
Persoalan sampah di Jakarta sendiri telah mencapai skala yang mengkhawatirkan. Volume timbunan disebut telah menembus puluhan juta ton dan menjadi perhatian serius pemerintah pusat, termasuk Prabowo Subianto. Kondisi ini mendorong percepatan implementasi solusi berbasis teknologi dan investasi besar.
Rencana pembangunan PSEL akan difokuskan di tiga titik strategis, termasuk kawasan TPST Bantar Gebang dan wilayah Sunter. Saat ini, studi kelayakan masih berlangsung untuk menentukan lokasi paling efisien dari sisi teknis, ekonomi, dan dampak lingkungan. Pemerintah menargetkan fasilitas ini mulai beroperasi pada 2028.
Dalam skema operasionalnya, energi listrik hasil pengolahan sampah akan diserap oleh PT PLN (Persero) dengan harga sekitar US$0,20 per kWh. Model ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah, tetapi juga berkontribusi pada penyediaan energi alternatif.
Rosan menekankan bahwa aspek lingkungan menjadi perhatian utama dalam pengembangan proyek ini. Teknologi yang digunakan dirancang untuk meminimalkan dampak negatif seperti bau, emisi, serta penggunaan lahan yang berlebihan. Selain itu, proses pengolahan disebut lebih efisien karena tidak memerlukan pemilahan sampah secara kompleks.
Dengan kombinasi investasi besar, teknologi modern, dan dukungan kebijakan, proyek ini diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang dalam pengelolaan sampah perkotaan. Pemerintah berharap inisiatif ini mampu mengubah paradigma penanganan sampah, dari sekadar pembuangan menjadi sumber energi yang bernilai ekonomi.
red
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














