Ia menegaskan bahwa konsep keberlanjutan tidak boleh dipahami sebatas tambahan biaya operasional, melainkan sebagai investasi jangka panjang yang memiliki implikasi langsung terhadap efisiensi perusahaan, pengurangan emisi, dan penguatan daya saing korporasi di era ekonomi hijau.
Sementara itu, Executive Vice President Umum dan Aset Properti PLN, Khairullah, mengungkapkan bahwa program tersebut dijalankan melalui sinergi antarentitas di lingkungan PLN Group. Dalam implementasinya, PLN Icon Plus bersama Dana Pensiun PLN berperan sebagai penyedia layanan pengelolaan gedung melalui skema managed service berbasis digital.
Pada fase awal tahun 2026, PLN menargetkan implementasi sistem ini di 10 gedung strategis dengan total kapasitas PLTS Atap mencapai 1.100 kWp. Selain itu, perusahaan juga merencanakan pemasangan 471 unit IoT Smart AC yang terhubung langsung dengan sistem pemantauan energi terintegrasi.
Dalam kerangka roadmap jangka panjang 2026–2035, PLN telah mengidentifikasi sekitar 400 gedung potensial dari total 1.300 aset properti perusahaan di seluruh Indonesia untuk pengembangan sistem energi hijau. Melalui program tersebut, perusahaan menargetkan kapasitas PLTS Atap mencapai 12 megawatt peak (MWp), penggunaan lebih dari 7.000 unit pendingin ruangan pintar, serta kontribusi terhadap pengurangan emisi karbon hingga 0,3 juta ton CO2 equivalent.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.













