Smart and Green Building PLN, Contoh Orientasi Pengurangan Emisi Karbon

pln

ID, Jakarta – Transformasi menuju sistem pengelolaan energi yang berkelanjutan terus diperkuat oleh PT PLN (Persero) melalui peluncuran program Smart & Green Building di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Jumat (8/5). Inisiatif tersebut menjadi bagian dari strategi korporasi dalam membangun tata kelola energi berbasis digital yang lebih efisien, adaptif, dan berorientasi pada pengurangan emisi karbon.

Program ini menghadirkan integrasi berbagai teknologi energi modern di lingkungan perkantoran PLN, mulai dari pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap, sistem pengendalian konsumsi listrik berbasis digital, hingga penggunaan pendingin ruangan pintar yang terkoneksi melalui teknologi Internet of Things (IoT). Implementasi teknologi tersebut memungkinkan proses monitoring dan optimalisasi konsumsi energi dilakukan secara real time dan terukur.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa perubahan lanskap industri energi global menuntut perusahaan untuk melakukan redefinisi terhadap model bisnis dan tata kelola operasional. Menurutnya, transformasi digital dalam sektor energi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis untuk menjawab tantangan efisiensi dan keberlanjutan.

Ia mengemukakan bahwa paradigma lama yang menempatkan perusahaan listrik semata sebagai penyedia energi kini telah bergeser menuju model ekosistem energi terintegrasi. Dalam model tersebut, PLN tidak hanya berfungsi sebagai distributor listrik, tetapi juga sebagai platform digital yang mampu mengorkestrasi interaksi antara teknologi, konsumen, dan sumber energi baru terbarukan.

Lebih lanjut, Darmawan menilai perkembangan teknologi seperti kendaraan listrik, sistem otomasi bangunan, serta PLTS Atap telah mengubah pola konsumsi energi masyarakat. Gedung dan rumah di masa depan diproyeksikan tidak lagi berperan pasif sebagai pengguna energi, melainkan aktif memproduksi, menyimpan, dan mengelola energi secara mandiri dalam ekosistem dua arah.

Sebagai tahap implementasi awal, PLN menetapkan Gedung Trapesium di Kantor Pusat sebagai proyek percontohan. Gedung tersebut kini telah dilengkapi PLTS Atap berkapasitas 89,28 kilowatt peak (kWp) yang terintegrasi dengan Energy Management System. Sistem ini berfungsi sebagai pusat kendali digital untuk menganalisis pola penggunaan energi sekaligus meningkatkan efisiensi operasional gedung secara komprehensif.

Komisaris Independen PLN, Andi Arief, menilai penerapan konsep Smart & Green Building memiliki signifikansi penting dalam memperkuat kredibilitas perusahaan sebagai pelaku utama transisi energi nasional. Menurutnya, upaya efisiensi energi harus dimulai dari internal perusahaan sebelum diterapkan secara lebih luas kepada masyarakat dan pelanggan.

Ia menegaskan bahwa konsep keberlanjutan tidak boleh dipahami sebatas tambahan biaya operasional, melainkan sebagai investasi jangka panjang yang memiliki implikasi langsung terhadap efisiensi perusahaan, pengurangan emisi, dan penguatan daya saing korporasi di era ekonomi hijau.

Sementara itu, Executive Vice President Umum dan Aset Properti PLN, Khairullah, mengungkapkan bahwa program tersebut dijalankan melalui sinergi antarentitas di lingkungan PLN Group. Dalam implementasinya, PLN Icon Plus bersama Dana Pensiun PLN berperan sebagai penyedia layanan pengelolaan gedung melalui skema managed service berbasis digital.

Pada fase awal tahun 2026, PLN menargetkan implementasi sistem ini di 10 gedung strategis dengan total kapasitas PLTS Atap mencapai 1.100 kWp. Selain itu, perusahaan juga merencanakan pemasangan 471 unit IoT Smart AC yang terhubung langsung dengan sistem pemantauan energi terintegrasi.

Dalam kerangka roadmap jangka panjang 2026–2035, PLN telah mengidentifikasi sekitar 400 gedung potensial dari total 1.300 aset properti perusahaan di seluruh Indonesia untuk pengembangan sistem energi hijau. Melalui program tersebut, perusahaan menargetkan kapasitas PLTS Atap mencapai 12 megawatt peak (MWp), penggunaan lebih dari 7.000 unit pendingin ruangan pintar, serta kontribusi terhadap pengurangan emisi karbon hingga 0,3 juta ton CO2 equivalent.

Peluncuran Smart & Green Building ini merefleksikan sebuah komitmen dalam mempercepat modernisasi sistem energi nasional berbasis teknologi rendah emisi. Selain mendukung agenda transisi energi berkelanjutan, program tersebut juga menjadi representasi transformasi kelembagaan PLN menuju perusahaan utilitas modern yang mengedepankan efisiensi, inovasi digital, dan tata kelola energi berbasis keberlanjutan.

red

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version