Dari enam nama tersebut, panel juri OCCRP menetapkan Bashar Al-Assad sebagai Person of the Year 2024 in Organized Crime and Corruption. Penilaian ini, menurut OCCRP, didasarkan pada rekam jejak kepemimpinan Assad yang selama bertahun-tahun dikaitkan dengan kekerasan sistemik, pelanggaran hak asasi manusia, serta praktik ekonomi bayangan yang menopang kekuasaan rezimnya. Penetapan ini diposisikan sebagai simbol ekstrem dari keterkaitan antara kekuasaan politik, kejahatan terorganisir, dan impunitas.
OCCRP menjelaskan bahwa proses pemilihan dilakukan melalui tahapan kurasi yang panjang dan berlapis. Penilaian tidak semata-mata merujuk pada tuduhan hukum yang telah diputus pengadilan, tetapi pada analisis dampak struktural dari kebijakan, praktik kekuasaan, dan relasi ekonomi-politik yang dinilai merugikan kepentingan publik secara luas.
Pengumuman daftar ini memunculkan respons beragam di tingkat internasional. Sejumlah organisasi masyarakat sipil dan kelompok antikorupsi memanfaatkan laporan OCCRP sebagai bahan advokasi untuk mendorong reformasi tata kelola, penguatan lembaga pengawas, serta transparansi kekuasaan. Di sisi lain, OCCRP juga mengakui bahwa daftar ini kerap memicu perdebatan, terutama di negara-negara yang tokohnya masuk dalam sorotan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














