Apresiasi sebagai Energi, Bukan Sekadar Simbol
Dalam arahannya, Prof. Zudan menyampaikan pesan penting mengenai budaya apresiasi di lingkungan birokrasi. Menurutnya, keberhasilan yang diraih daerah tidak boleh hanya dicatat sebagai angka statistik atau simbol seremonial, melainkan harus dirayakan sebagai energi kolektif untuk mendorong kinerja yang lebih baik.
“Setiap keberhasilan harus kita rayakan. Jangan hanya mengkritik dan memberikan punishment. Saatnya setiap keberhasilan kita beritakan, kita rayakan sebagai pemacu dan penyemangat,” tegasnya.
Pesan tersebut mencerminkan perlunya pergeseran paradigma dalam pengelolaan ASN, dari pendekatan yang semata-mata berorientasi pada sanksi menuju pendekatan yang seimbang antara penghargaan dan pembinaan.
Pesan Konsistensi: Jangan Berpuas Diri
Di balik apresiasi yang diberikan, Prof. Zudan mengingatkan bahwa capaian tersebut merupakan titik awal, bukan garis akhir. Ia mendorong jajaran Pemerintah Kota Kupang untuk terus memperkuat pembenahan yang telah dilakukan dan tidak terlena oleh keberhasilan sesaat.
“Gas terus, jangan kendor,” pesannya singkat namun sarat makna.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan produktivitas, penguatan digitalisasi, serta pembangunan pola kerja yang lebih cepat, efisien, dan berorientasi pada hasil. Menurutnya, keberhasilan reformasi birokrasi pada akhirnya harus dirasakan masyarakat dalam bentuk pelayanan publik yang lebih cepat, mudah, dan fleksibel.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
